Bacaan Alkitab: Yesaya 43:16-21

Bagaimanapun juga, menanggung sebuah konsekuensi dari kesalahan yang kita perbuat tidaklah mudah, biasanya kita melihat dan merasakan itu sebagai sebuah penderitaan.

Begitu juga dengan pengalaman bangsa Israel yang harus menjalani penghukuman Tuhan sebagai tawanan di Babel, secara manusiawi, tentu ini menjadi sebuah pengalaman pahit yang penuh penderitaan. Dalam situasi itu, apakah Tuhan meninggalkan umat-Nya? tak lagi mendengar seruan umat-Nya? Ooh ternyata tidak demikian.

Justru bacaan kita dalam Yesaya 43:16-21 menunjukkan bahwa kasih Allah terhadap umatNya adalah kekal, bahwa akan ada kelepasan umat yang telah lama menderita di pembuangan di Babel.

Tuhan akan membuka pengampunan kepada umatNya yang berpaling kembali kepada-Nya. Tuhan akan membuat sesuatu yang baru, “Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara” (ay.19b). Tuhan mengungkapkan bagaimana kedaulatanNya atas kehidupan ini untuk memberi kehidupan baru bagi umatNya.

Jadi, hanya karena kasih Tuhan, bangsa Israel menerima pengampunan dan hanya melalui perjumpaan dengan Tuhan yakni hati yang bertobat mereka mengalami sebuah kehidupan baru.

Jika hari ini kita diijinkan Tuhan melewati situasi sulit sebagai akibat dari pelanggaran kita, percayalah bahwa Tuhan tak pernah membiarkan kita. Melalui semua ini justru Tuhan hendak membawa kita pada sebuah hidup yang baru, hidup makin berjalan sesuai kehendak Tuhan dan hidup yang senantiasa mengalami sebuah perjumpaan dengan-Nya.

(RY/03042022)

Sudah baca artikel Menghidupi Biji Sesawi? Yuk tetap terkoneksi! Cek media sosial kami di:
Instagram: instagram.com/gkimanyar
Facebook: facebook.com/gkimanyar
YouTube: youtube.com/gkimanyarorg
www.gkimanyar.org
Untuk info lebih lanjut, Anda bisa menghubungi:
WhatsApp: 0811-384-800 (chat only)